Bandung, — Ketua Umum Pondok Pesantren Alqomariah, Marsma TNI Dr. Ir. Hikmat Zakky Almubaroq, S.Pd., M.Si., menyampaikan khutbah Idul Adha 1447 H di Masjid Al Mujahid Pondok Pesantren Alqomariah, yang dihadiri para pengurus pondok, santri, serta masyarakat sekitar, Jumat pagi.Dalam khutbahnya yang penuh retorika dan menyentuh persoalan kemanusiaan global, Marsma TNI Hikmat Zakky mengajak umat Islam untuk menjadikan Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan qurban, tetapi momentum memperbaiki hati nurani dan menumbuhkan semangat pengorbanan.Menurutnya, dunia saat ini bukan hanya mengalami krisis ekonomi dan konflik, tetapi juga sedang mengalami krisis hati nurani.
Hari ini dunia tidak sedang kekurangan orang pintar, tetapi sedang kekurangan orang yang benar. Tidak kekurangan orang kaya, tetapi kekurangan orang yang peduli kepada sesama,” ungkapnya di hadapan jamaah.Dalam khutbahnya, ia juga menyoroti meningkatnya konflik global, krisis pangan, hingga maraknya ujaran kebencian di media sosial. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu diiringi dengan kemajuan hati dan akhlak manusia.Namun bagian khutbah yang paling menarik perhatian jamaah adalah saat ia menggambarkan pentingnya pengorbanan untuk meraih sesuatu yang besar.Dengan gaya khas yang lugas dan penuh analogi, ia menyampaikan bahwa hasil besar tidak akan pernah diperoleh dengan usaha yang kecil.
“Kalau ingin ikan mujair, cukup dengan umpan cacing. Tapi kalau ingin ikan tuna sirip biru bernilai puluhan miliar rupiah, maka dibutuhkan kapal besar, radar, sonar, dan peralatan mahal. Intinya, hoyong nu ageung modalna kedah ageung,” ujarnya yang langsung disambut antusias jamaah.Ia kemudian mengaitkan analogi tersebut dengan kehidupan beragama.“Jangan bermimpi mendapatkan surga yang besar jika ibadah dan pengorbanannya hanya sisa-sisa waktu. Allah tidak akan memberikan Permata Firdaus kepada hamba yang hanya memberikan recehan amal,” tegasnya.Khutbah tersebut juga menekankan bahwa Idul Adha sejatinya adalah momentum menyembelih sifat keserakahan, kesombongan, dan kebencian dalam diri manusia.Usai pelaksanaan salat Idul Adha dan khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban di lingkungan Pondok Pesantren Alqomariah. Proses pemotongan hewan qurban melibatkan para pengurus pondok, santri, serta masyarakat secara gotong royong.Suasana kebersamaan dan kepedulian sosial tampak mewarnai pelaksanaan Idul Adha di Pondok Pesantren Alqomariah tahun ini. Distribusi daging qurban direncanakan akan diberikan kepada masyarakat sekitar, santri, serta warga yang membutuhkan.
